Kamis, 30 Juni 2016

PENGALAMAN PRIBADI LETJEN TNI (PURN) SOEGIH ARTO, MANTAN KOMANDAN BATALYON 22 DIVISI SILIWANGI, " SANUL DACA ".

BUKU SEJARAH SILIWANGI DAN OTOBIOGRAFI LETJEN TNI (PURN) SOEGIH ARTO, MANTAN KOMANDAN BATALYON 22 DIVISI SILIWANGI SEMASA HIJRAH DAN MANTAN JAKSA AGUNG " SANUL DACA ".



Bagi yang belum tahu, atau mungkin bingung, apa arti kata " SANUL DACA ", dan berasal dari bahasa apa ? Ternyata Sanul Daca adalah singkatan dari " SAYA NULIS ANDA BACA ". Buku ini mengisahkan perjuangan dan perjalanan hidup Letjen TNI (Purn) Soegih Arto yang ditulisnya sendiri, Menurut beliau (Yang ditulis dengan rendah hati), " Penulisan buku ini dimulai dengan aneka keraguan, kebimbangan serta ketidakpastian. Bimbang dan ragu, karena kurang tahu apakah buku yang akan ditulis ini ada gunanya, dan ketidakpastian akan kemampuan saya. Saya belum pernah menulis buku, ini adalah pengalaman pertama. apa yang pembaca akan temukan di sini adalah serentetan pengalaman pribadi saya dari masa bayi hingga tahun delapan puluhan. Disajikan apa adanya, tanpa potongan atau tambahan ".

Buku ini disajikan dengan sangat ringan dan penuh dengan selera humor di sana-sini, ANDA TAKKAN MENYESAL MEMBACANYA, KARENA SANGAT BANYAK HAL-HAL YANG TAKKAN ANDA TEMUI DI BUKU LAIN.

Letjen TNI (Purn) Soegih Arto adalah tokoh yang perjalanan karirnya cukup banyak berhubungan dengan lingkaran dalam kekuasaan Orde Lama dan Orde Baru dan tokoh-tokoh penting lainnya, dalam buku ini antara lain dikisahkan tentang hubungannya dengan Bung Karno, Bung Hatta, Soebandrio, Pak Harto, Ruslan Abdul Gani dan banyak tokoh-tokoh lainnya.
Yang tak kalah menarik adalah tulisan pengalamannya selama menjabat sebagai Jaksa Agung, tentang 8  contoh (Modus Operandi) korupsi pada saat itu.

LALU APA PERANAN PENTING LETJEN TNI (PURN) SOEGIH ARTO DALAM SEJARAH PERJUANGAN DIVISI SILIWANGI.

Seperti kita ketahui, sebagai akibat dari Perjanjian Renville, Divisi Siliwangi diharuskan meninggalkan kantung-kantung perlawanan di Jawa Barat untuk " HIJRAH " ke Jawa Tengah (Dalam Buku Long March Siliwangi, Karya Letjen TNI (Purn) Himawan Soetanto, disebutkan, bahwa sesuai dengan isi Perjanjian Renville, hanya Brigade I/Tirtayasa pimpinan Letkol Sukanda Bratamanggala yang tidak ikut Hijrah dan tetap menguasai daerah Banten sebagai wilayah kekuasaan Republik Indonesia).
Namun ternyata ada perintah dari pusat untuk meninggalkan sebagian kecil pasukan untuk tetap melaksanakan perang gerilya untuk tetap menunjukkan kepada Belanda, bahwa TNI, masih eksis di Jawa Barat. Dan Batalyon 22/Jaya Pangrerot pimpinan Kapten Soegih Artolah yang mendapatkan kehormatan untuk tetap berada di daerah Patuha (Penugasan Kapten Soegih Arto ini tercatat dalam buku " SILIWANGI DARI MASA KE MASA ", terbitan tahun 1979, pada halaman 210). Saat itulah sering kali pasukan Yon 22 ini berhadapan dengan Pasukan Baret Hijau Korps Speciale Troepen (KST) pimpinan Kapten Westerling yang bermarkas di Batujajar.

Kisah tentang perjuangan Batalyon 22 pimpinan Kapten Soegih Arto ini dimuat dalam buku " Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, Jilid VI ", karya Jenderal TNI A.H. Nasution, halaman 100-104.

Di samping itu dalam buku Sanul Daca inipun dilampirkan Surat Keterangan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Perang, Djenderal Major T.B. Simatupang, tertanggal 22 April 1954, tentang kebenaran perjuangan Batalyon 22, pimpinan Majoor Soegih Arto, yang pada intinya menerangkan tentang adanya perintah kepada Komandan Brigade Guntur I, Letkol Daan Jahja untuk meninggalkan satu batalyon di daerah Patuha, sehubungan dengan keharusan Divisi Siliwangi melaksanakan Hijrah, dan Batalyon 22 pimpinan Soegih Artolah yang mendapatkan tugas kehormatan itu (Lihat Foto Terlampir).

Beberapa penugasan Letjen TNI (Purn) Soegih Arto di Divisi Siliwangi antara lain :
** Ajudan Komandan Resimen 8 Bandung, Letkol (Overste) Omon.
** Komandan Batalyon 22, Cibatu.
** Brigade Mayor, Brigade B Sukabumi (Penulisan Sesuai Isi Buku).
** Komandan Komando Kota Militer Kota Besar Bandung, merangkap Komandan Resimen 11.

S P E S I F I K A S I  :
- Buku bekas.
- Soft cover.
- Rata-rata stock masih cukup bagus.
- Halaman lengkap.
- Penerbit PT. Merdeka Sarana Usaha.
- Dicetak oleh CV. Gunung Agung.
- CETAKAN PERTAMA, September 1989.
- 258 halaman.
- Ukuran 14,5 x 20,5 cm.

HARGA ??

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI TREEHOUSE KULAMA 081586008604 (SMS / WA / LINE).

UNTUK MELIHAT KOLEKSI KAMI YANG LEBIH LENGKAP, SILAHKAN MENG "KLIK " SITUS-SITUS BERIKUT INI :

www.bukusejarah.com 
www.bukukoleksi.com 
www.bukujadul.com 
bukusejarahdanbiografi.blogspot.co.id 
bukumajalahjadul.blogspot.co.id 
bukug30spki1965.blogspot.co.id 
bukusejarahg30s.blogspot.co.id 
bukubudayajawa.blogspot.co.id 
bukubonsai.blogspot.co.id  
bukusastrapopuler.blogspot.co.id 
bukusiliwangi.blogspot.co.id 
integrasitimortimur.blogspot.co.id 
jualbukupenting.blogspot.co.id 
sepatukudabekas.blogspot.co.id
pasukankomando.blogspot.co.id

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD.




BUKU SEJARAH PERJUANGAN SILIWANGI DAN BIOGRAFI TOKOH LONG-MARCH DAN SESEPUH SILIWANGI, TOKOH ANTI KOMUNIS & PENGGERANAT KANTOR C.C. PKI , " R. ACHMAD NASUHI, PERJUANGAN DAN GUGATAN SEORANG PRAJURIT SANTRI ", KARYA NINA H. LUBIS.
(T E R J U A L )




Mungkin  tak banyak orang yang mengingat dan memperhatikan nama Achmad Nasuhi,, PADAHAL dalam berbagai buku tentang sejarah perjuangan Divisi Siliwangi, maupun dalam biografi tentang tokoh-tokoh dan sesepuh Siliwangi, namanya selalu " Mendapat Tempat ", karena beliau adalah salah satu Komandan Batalyon di masa Perang Kemerdekaan, yang reputasi kepemimpinannya sangat baik.
Prestasi dan sumbangsih Batalyon Nasuhi yang tercatat dengan tinta emas dalam Sejarah Siliwangi adalah, saat salah satu kompinya yang dipimpin oleh  Mung Parhadimulyo (Kelak Menjadi Komandan RPKAD) berhasil menyelamatkan Panji Siliwangi dari sergapan DI/TII dan Pasukan Belanda.

BEBERAPA BUKU TENTANG SEJARAH SILIWANGI YANG MENYEBUT PERANAN A. NASUHI ANTARA LAIN :
- Siliwangi Dari Masa Ke Masa.
- Madiun Dari Republik ke Republik.
- Lubang-lubang Pembantaian Petualangan PKI di Madiun.
- Rebut Kembali Madiun Perintah Presiden Soekarno.
- Biografi Himawan Soetanto - Menjadi TNI.
- Biografi Sayidiman Suryohadiprojo Mengabdi Negara Sebagai Prajurit TNI.
- Biografi Umar Wirahadikusumah - Dari Peristiwa ke Peristiwa & Menegakkan Kebenaran Dalam Diam
- Dan beberapa buku lainnya.

CATATAN FOTO SEBELAH KANAN DIAMBIL DARI BUKU PERISTIWA TJIKINI TERBITAN TAHUN 1958.

Berikut ini adalah beberapa tokoh " TERKENAL "yang pernah menjadi anak buahnya adalah :

- Kaharuddin Nasution (Mantan Komandan RPKAD / Sekarang Kopassus TNI-AD).
- Moeng (Mung) Parhadimulyo (Mantan Komandan RPKAD / Sekarang Kopassus TNI-AD).
- A.J. Witono (Mantan Pangdam Siliwangi).
- Solihin G.P. (Mantan Gubernur Jawa Barat / Sesepuh Siliwangi dan Sesepuh Tanah Pasundan).
- Himawan Soetanto (Mantan Pangdam Siliwangi / Pangkostrad / Pangkostranas / Pangkowilhan III).
- Sayidiman Suryohadiprojo (Mantan Wakasad dan Gubernur LEMHANAS).
- Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang pernah menjadi anak buah Achmad Nasuhi ini.

KALAU SAJA  A. NASUHI TIDAK BERBUAT " MACAM-MACAM (Positif / +) ", mungkin pangkat dan karir militernya  tidak hanya berhenti sebagai Letnan Kolonel/Overste. Karena nilai-nilai keagamaan dalam dirinya yang sudah terpatri dengan dalam dan  semenjak kecil hidup di lingkungan pesantren serta karena pengalamannya dalam menghadapi dan menyaksikan kekejaman PKI saat Pemberontakan PKI Madiun pimpinan Muso maka ia menjadi SANGAT ANTIKOMUNIS. Nasuhi berbeda  sikap dan pandangan dengan beberapa teman dan atasannya yang lebih mencari selamat dan berdiam diri bahkan bersikap Asal Bapak Senang (ABS), dalam menghadapi kekuatan PKI yang kembali mendapat angin setelah Presiden merehabilitasi PKI, bahkan setelah pada Pemilu 1955 PKI tampil sebagai " 5 besar  di Parlemen " dan kader-kadernya duduk dalam pemerintahan.

Karena tidak ada kawan yang mau diajak untuk " BERGERAK " maka Nasuhi memutuskan dirinyalah yang harus bertindak sekalipun itu merupakan pelanggaran hukum dan Sapta Marga. Untuk itu ia   MELAKUKAN PENGGERANATAN TERHADAP GEDUNG CC PKI , dengan harapan apabila kelak diadili, ia akan membuka semua kedok PKI di pengadilan, namun manusia boleh berusaha, tapi kondisi saat itu telah diatur oleh politik tingkat tinggi, Nasuhi ditahan tanpa pernah diadili bahkan dengan 2 x (dua kali)  penahanan dan pemecatan dirinya dari dinas militer.
(NASUHI JUGA DIANGGAP MENGETAHUI PERISTIWA PENGGERANATAN BUNG KARNO DI CIKINI - KESAKSIANNYA ADA DALAM BUKU " PERISTIWA TJIKINI ").

Tapi rezim kemudian beralih Orde Lama ambruk dan digantikan oleh Orde Baru di bawah kepemimpinan Pak Harto, Nasuhi sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam 2 kepemimpinan yaitu Gubernur Mashudi dan Solihin G.P.
Namun sangat disayangkan permohonan tentang rehabilitasi nama baiknya tidak pernah mendapatkan tanggapan dari para pemimpin negeri ini, sekalipun kawan-kawan dan bekas anak buahnya yang sudah menjadi pejabat penting yang mengajukan permohonan.

Buku ini harus dimiliki oleh anda para penggemar sejarah, terutama anda yang mengoleksi buku-buku sejarah Siliwangi.

DI BAWAH INI ADALAH CUPLIKAN KATA PENGANTAR PENULIS :
Biografi ini disusun dari hasil wawancara dengan Bapak H.A. Nasuhi dan juga dari sumber tertulis berupa catatan-catatan yang cukup lengkap yang dibuat oleh Bapak M. Iksan, sekretaris Bapak H.A. Nasuhi, penulis berharap bahwa biografi ini akan memberikan sumbangan untuk historiografi (Penulisan Sejarah) indonesia, khususnya sejarah militer.

DAFTAR ISI :

BAB I. MASA MUDA 1923 - 1945.
- Kelahiran di Bumi Ciamis.
- Silsilah R. Achmad Nasuhi.
- Sekolah di HIS.
- Dunia Pesantren.
- Sekolah Penghulu.
- Zaman Pendudiukan Jepang.

BAB II. MENJADI TENTARA.
- Cita-cita Nasuhi.
- Proklamasi Kemerdekaan.
- Awal Perjuangan.
- Pembentukan BKR.

BAB III. MENUMPAS PEMBERONTAKAN PKI MADIUN 1948.
- Latar Belakang Pemberontakan.
- Batalyon Nasuhi Masuk Divisi Siliwangi.
- Jalannya Pemberontakan PKI di Madiun.
- Menumpas Pemberontak.

BAB IV. LONG-MARCH SILIWANGI, PENUMPASAN DI/TII DAN APRA.
- Long-March Yang Bersejarah.
- Perjalanan Batalyon Nasuhi.
- Gerakan Separatis DI/TII.
- Penumpasan DI/TII Kartosoewirjo.
- Pengamanan Panji Siliwangi.
- Menjadi Komandan Brigade.
- Angkatan Perang Ratu adil (APRA/Westerling).
- Ditawari Bergabung Dengan Di/TII.
- Pindah Tugas Ke Sulawesi Selatan.

BAB V. BAHAYA LATEN KOMUNIS.
- Konsisten Antikomunis.
- Penggeranatan Gedung CC PKI.
- Masuk Penjara.
- Masuk Penjara Jilid 2.
- Menghirup Udara Bebas.

BAB VI. PARAJURIT SANTRI MENGGUGAT.
- Terjun Ke Dunia Pemerintahan.
- Aktif di Majelis Taklim Hidayatullah.
- Upaya Rehabilitasi Atas Dorongan Teman-Teman.
- Bintang Jasa dan Tanda Penghargaan.

BAB VII. PEMIKIRAN-PEMIKIRAN DAN GAGASAN A. NASUHI.
- Orde Lama dan Orde Baru.
- Reformasi dan TNI/Polri.
- Mahasiswa Indonesia Dalam Pandangan Nasuhi.

KESAN DAN KENANGAN DALAM FOTO.
- Bapak H.A. Nasuhi 80 Tahun ; H. Ahmad Tirtosudiro.
- Sebuah Kesaksian ; Moeng Parhadimuljo (Mantan Komandan RPKAD).
- Kesan ; Solihin G.P.
- Untuk Pak Nasuhi Yang Ulang Tahun Ke-80 ; Sayidiman Suryohadiprojo.
- Kesan ; M. Quraish Shihab.
- R.A. Nasuhi, Teman Seperjuangan, Sahabat, Kakak, dan Bapakku ; Tatto S. Pradjamanggala.
- Sang Pelopor ; H. Aip Syarifuddin.
- Nasuhi Komandanku ; Prof. Sugana Tjakrasudjatma, dr.
- Foto-Foto.

SPESIFIKASI :
- Buku bekas.
- Hard Cover.
- MASIH BAGUS.
- Halamanlengkap.
- Dilengkapi dengan foto.
- Penerbit Satya Historika.
- CETAKAN PERTAMA 2003.
- 304 halaman.
- Ukuran 145 x 24 cm.


M A A F,   S U D A H    T E R J U A L.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI TREEHOUSE KULAMA 081586008604 (SMS / WA / LINE).

UNTUK MELIHAT KOLEKSI KAMI YANG LEBIH LENGKAP, SILAHKAN MENG "KLIK " SITUS-SITUS BERIKUT INI :

www.bukusejarah.com 
www.bukukoleksi.com 
www.bukujadul.com 
bukusejarahdanbiografi.blogspot.co.id 
bukumajalahjadul.blogspot.co.id 
bukug30spki1965.blogspot.co.id 
bukusejarahg30s.blogspot.co.id 
bukubudayajawa.blogspot.co.id 
bukubonsai.blogspot.co.id  
bukusastrapopuler.blogspot.co.id 
bukusiliwangi.blogspot.co.id 
integrasitimortimur.blogspot.co.id 
jualbukupenting.blogspot.co.id 
sepatukudabekas.blogspot.co.id
pasukankomando.blogspot.co.id

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD.




Rabu, 29 Juni 2016

BIOGRAFI SESEPUH DAN MANTAN PANGDAM VI/SILIWANGI DAN MANTAN PANGKOSTRAD LETJEN TNI HIMAWAN SOETANTO - MENJADI TNI.



BUKU SEJARAH SILIWANGI DAN BIOGRAFI TOKOH/SESEPUH SILIWANGI; MANTAN DANYON 330/KUJANG I SILIWANGI; MANTAN KOMANDAN BRIGIF 17 LINTAS UDARA / SILIWANGI; MANTAN PANGDAM IV/SRIWIJAYA; MANTAN KOMANDAN BRIGADE PASUKAN DARURAT PBB DI SUEZ - MESIR; MANTAN PANGLIMA KOSTRAD; MANTAN PANGLIMA KODAM VI/SILIWANGI; MANTAN PANGLIMA KOSTRANAS; MANTAN PANGKOWILHAN III SULAWESI- KALTIM; KEPALA STAF UMUM ABRI; MANTAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA, " HIMAWAN SOETANTO - MENJADI TNI ", KARYA DAUD SINJAL DAN ATMAJI SUMARKIDJO.





Buku ini memaparkan riwayat  hidup Letnan Jenderal TNI (Purn) Himawan Soetanto, seorang prajurit pejuang kemerdekaan dan tokoh intelektual TNI-AD, beliau  mengisahkan   pengalaman, keterlibatan, peranan serta kesaksiannya   dalam berbagai peristiwa bersejarah di Tanah air, terutama yang berhubungan dengan Sejarah Siliwangi.

Himawan Soetanto lahir keluarga priyayi di Gorang Gareng, Magetan 14 September 1929, sang ayah Mohamad Mangoendiprodjo adalah seorang pangrehpraja, yang pernah menjabat sebagai Mantri Polisi, Wakil Kepala Jaksa, Asisten Wedana di Jombang, pada masa awal kemerdekaan Mohamad berpangkat Mayor Jenderal TKR, Ketua Dewan Pertahanan Rakyat Indonesia (DPRI) Surabaya dan Kepala Staf Kementerian Pertahanan.

Buku ini juga memaparkan  kebrutalan petualang perang (Mungkin Lebih Tepat Penjahat Perang)  Mayor Sabarudin, Komandan Polisi TKR Sidoarjo yang sering menyeleweng dari garis perjuangan termasuk menculik dan membunuh saingan ataupun atasannya sendiri, dan Mohamad pernah merasakan kekejamannya, bahkan nyaris meninggal dunia, karena disiksa. Namun akhirnya petualangan liar Sabarudin berhasil diakhiri, ia ditangkap dan dilucuti oleh Pasukan Perjuangan Polisi pimpinan Mohamad Yasin (Bapak Brigade Mobil /BRIMOB Indonesia).

Sedari kecil Himawan sudah memiliki rasa cinta tanah air dan ia mewujudkannya dengan bergabung dalam Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), saat pertempuran Surabaya, Himawan sudah bergabung dengan Pasukan Pelajar Gerilya dengan nama " PASUKAN SAWUNGGALING ". Himawan kemudian masuk Sekolah Opsir Surabaya di Mojoagung dan lulus dengan pangkat Letnan Muda, namun kemudian melanjutkan ke Militer Akademi Yogyakarta dan harus kembali mengulang dengan pangkat Kopral Kadet, di M.A. ini Himawan bergabung dengan Wiyogo Atmodarminto, Soesilo Soedarman (Yang kelak menjadi adik iparnya) dan Sayidiman Soerjohadiprodjo.

Menjelang pengumuman kelulusan mereka dari M.A. terjadilah peristiwa Pemberontakan PKI Madiun/Musso 1948, saat itulah Himawan dan rekan-rekannya bergabung dengan kesatuan-kesatuan Siliwangi yang sedang hijrah ke Yogyakarta untuk menumpas PKI Madiun.
Pada tanggal 28 Nopember 1948, Presiden Soekarno melantik 198 orang Perwira Remaja angkatan pertama Militer Akademi / M.A. dan Himawan termasuk salah satunya. Segera setelah itu mereka ditempatkan dan disebar ke berbagai kesatuan. SEBAGAI TAMATAN HANYA DENGAN NO. URUT 70, Himawan tidak berhak untuk memilih kesatuan (Hanya 10 lulusan terbaik yang berhak memilih) DAN HIMAWAN MENDAPAT PENUGASAN SEBAGAI PERWIRA ARTILERI di Kediri. NAMUN TERNYATA JALAN HIDUPNYA BERKEHENDAK LAIN, di hari keberangkatannya, Minggu tanggal 19 Desember 1948, ternyata Belanda melancarkan Agresi Militernya yang ke-2, yang menyebabkan kekacauan, saat itulah Himawan bertemu dengan Letnan Kolonel Sukanda Bratamenggala Wakil Kepala Staf Teritorial Markas Besar Komando Djawa (MBKD) yang memerintakannya untuk bergabung sebagai Staf MBKD, lalu ikut bergabung dengan Divisi siliwangi yang sedang melaksanakan longmarch kembali memasuki daerah Jawa Barat.

Dalam penugasannya ini Himawan ditempatkan di bawah komando Batalyon Nasuhi. Sejak saat itu  jalan hidupnya berubah total, di luar keinginannya hampir setengah dari pengabdiannya sebagai prajurit TNI  dilalui bersama Divisi  Siliwangi, hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di Siliwangi, yaitu Panglima Kodam VI/Siliwangi.
Selama  perjalanan Long March menuju  Jawa Barat ini Siliwangi  harus berkali-kali bertempur menghadapi dpasukan Belanda, sekaligus menumpas gerakan DI/TII Kartosuwiryo.

Setelah pengakuan kedaulatan, Himawan bertugas di Sungailiat, Bangka dalam komando Tentara dan Teritorium II/Sriwijaya, namun beberapa kali diperbantukan dalam operasi penumpasan DI/TII Kartosuwiryo.
Karena memiliki keahlian dan kualifikasi Air Liaison Officer (ALO), maka Himawan ditugaskan untuk ikut dalam Gerakan Operasi Militer (GOM)  " Operasi 17 Agustus " ke Sumatera Baratuntuk menumpas pemberontakan PRRI/PERMESTA. Saat itu  Himawan berhasil dengan baik  memandu serangan gabungan  darat dan udara dengan memberikan  arahan yang tepat kepada pilot-pilot AURI dalam membombardir pertahanan PRRI, keberhasilannya ini membuat Kolonel Ahmad Yani terkesan .

Himawan kemudian berkesempatan mengikuti Kursus Lanjutan Perwira Infantri di Fort Benning, Amerika Serikat, selanjutnya dipercaya untuk bertugas di Komando Militer PBB (UNOC) di Leopoldville, Kongo.

Sekembalinya  dari Kongo, Himawan ditempatkan di Batalyon 330/Kujang I dengan tugas untuk menumpas  DI/TII Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan, tugas selanjutnya adalah sebagai Kepala Staf Brigade 15/Tirtayasa Siliwangi  yang ditempatkan   di Dumai dalam rangka Konfrontasi dengan Malaysia (DWIKORA).
Karena prestasinya yang baik beliau kemudian diangkat sebagai Komandan Pertama Brigade Infantri Lintas Udara 17/KUJANG Siliwangi yang membawahi pasukan-pasukan pemukul berkualifilkasi Raiders/Para, yaitu Yon 330Para /Kujang I, Yon 328 Para / Kujang II dan Yon 305/Tengkorak, Di kemudian hari Brigade ini  ditingkatkan menjadi Brigade Tempur pertama dalam Komando Cadangan Strategis TNI-AD (KOSTRAD).
Selanjutnya beliau diangkat sebagai  sebagai Asisten Operasi Kodam VI/Siliwangi, Wakil Gubernur AKABRI, Pangdam IV/ Sriwijaya, selanjutnya beliau mendapat penugasan kehormatan, yaitu diangkat menjadi salah satu Komandan Brigade United Nations Emergency Forces (UNEF) di Kairo, Mesir.

Setelah itu karir Himawan semakin cemerlang, beliau dipercaya untuk memegang jabatan prestisius sebagai Panglima KOSTRAD, tak lama kemudian Himawan seperti pulang kampung, karena diangkat sebagai Panglima Kodam VI/Siliwangi, satuan legendaris yang turut dibesarkannya, karirnya meningkat lagi, dan kali ini dipercaya untuk menjabat  Panglima Komando Strategis Nasional (PANGKOSTRANAS), dalam kapasitasnya sebagai PANGKOSTRANAS inilah atas perintah Menhankam/PANGAB Jenderal M. Jusuf, Himawan sukses menggelar Latihan Gabungan (LATGAB) ABRI di Riau Daratan, Selat Malaka, Kepulauan Riau dan Laut Cina Selatan pada tahun 1980.

Tugas berikutnya  adalah sebagai Pangkowilhan III yang meliputi Sulawesi dan Kalimantan, dan akhir kariernya di dunia militer ditutup dengan jabatan Kepala Staf Umum (KASUM) ABRI. 
Lepas dari jabatan militer beliau mendapat kepercayaan sebagai Duta Besar RI di Malaysia, kemudian menjadi ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka drengan panggilan " KAK HIMAWAN ".



Di usia senjanya beliau tetap aktif di berbagai kegiatan, bahkan melanjutkan pendidikan hingga mencapai S-2 untuk bidang  Ilmu Sejarah disamping itu beliau juga dikenal sebagai penulis yang produktif  dalam menulis buku-buku sejarah terutama yang berhubungan dengan perjuangan Siliwangi, buku-buku karyanya antara lain :


** Madiun Dari Republik ke Republik.

** Serangan Jepang ke Hindia Belanda Pada Perang Dunia 2 - Perebutan Wilayah Nanjo.

** Rebut Kembali Madiun, Perintah Presiden Soekarno.

** Yogyakarta 19 Desember 1948, Jenderal Spoor Vs Jenderal Soedirman.

** Long March Siliwangi.


SEBAGAI CATATAN TAMBAHAN :
Ada guyonan di antara kawan-kawannya, bahwa Himawan Soetanto adalah salah seorang Jenderal yang beruntung yang pernah diserahi (5) lima kali tugas kePANGLIMAan, dan kawan-kawannya menganggapnya benar-benar PANG - LIMA (5)

Berikut adalah  Jabatan Panglima yang pernah dijabatnya :

1. Panglima KODAM IV/Sriwijaya

2. Panglima KOSTRAD.

3. Panglima KODAM VI/SILIWANGI.
4. Panglima Kostranas.
5. Panglima KOWILHAN III/Sulawesi-Kalimantan.

SPESIFIKASI :

- Buku bekas.

- Soft cover.- Masih bagus.- Halaman lengkap.- Dilengkapi dengan foto.- Penerbit Kata Hasta Pustaka.- CETAKAN PERTAMA, 2009.- 387 halaman.- Ukuran 15 x 23 cm.

HARGA @ Rp 350.000,-- (FIX), BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI TREEHOUSE KULAMA 081586008604 (SMS / WA / LINE).

UNTUK MELIHAT KOLEKSI KAMI YANG LEBIH LENGKAP, SILAHKAN MENG "KLIK " SITUS-SITUS BERIKUT INI :

UNTUK MELIHAT KOLEKSI LENGKAP KAMI, SILAHKAN MENG "KLIK" SITUS BERIKUT: 

www.bukusejarah.com 
www.bukukoleksi.com 
www.bukujadul.com 
bukusejarahdanbiografi.blogspot.co.id 
bukumajalahjadul.blogspot.co.id 
bukug30spki1965.blogspot.co.id 
bukusejarahg30s.blogspot.co.id 
bukubudayajawa.blogspot.co.id 
bukubonsai.blogspot.co.id  
bukusastrapopuler.blogspot.co.id 
bukusiliwangi.blogspot.co.id 
integrasitimortimur.blogspot.co.id 
jualbukupenting.blogspot.co.id 
sepatukudabekas.blogspot.co.id
pasukankomando.blogspot.co.id

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD.


Senin, 27 Juni 2016

BIOGRAFI H.G. RORIMPANDEY (PENDIRI / PEMIMPIN UMUM HARIAN SINAR HARAPAN DAN MANTAN ANGGOTA DIVISI SILIWANGI).

BUKU SEJARAH SILIWANGI DAN BIOGRAFI (+) PERJUANGAN H.G. RORIMPANDEY / PENDIRI HARIAN SINAR HARAPAN DAN MANTAN ANGGOTA SILIWANGI " SEMUA HARUS UNTUNG ".





Jika membicarakan tentang tokoh yang pernah terlibat dalam banyak peristiwa penting dalam sejarah Republik Indonesia, namun baru terungkap belakangan, maka Hendrikus Gerardus Rorimpandey boleh dimasukan  dalam kategori tersebut. Hal ini terjadi karena sifat beliau yang RENDAH HATI dan tidak ingin menonjolkan nama dan peranannya.
Sebagai bukti, hal ini dapat dilihat dari kunjungan para pelayat yang datang ke rumah duka pada saat penghormatan terakhir saat beliau meninggal dunia, dimana begitu banyak tokoh-tokoh yang hadir, mulai dari tokoh-tokoh yang berpengaruh di negeri ini, seperti Pejabat dan Mantan pejabat, baik sipil maupun militer, pengusaha, LSM, Mantan Tahanan Politik, tokoh Gereja, hingga Agen Koran.
Selama ini kita hanya mengenal Pak Rorimpandey sebagai pendiri dan pemimpin umum surat kabar harian SINAR HARAPAN dan  sebagai salah satu Tokoh Pers terkemuka Indonesia, TAPI MUNGKIN, tak banyak orang yang tahu kalau Pak Rorim ini ternyata adalah mantan anggota TNI yang turut serta berjuang aktif pada masa Perang Kemerdekaan, pada mulanya beliau bergabung dalam Pasukan Berani Mati yang dibentuk oleh Laskar Kebaktian Republik Indonesia Sulawesi (KRIS), beliau seangkatan dengan G.H. Mantik (Mantan Pangdam V/Jaya dan Gubernur Sulawesi Utara), Ventje Sumual (Tokoh Permesta).  Pada periode selanjutnya beliau bergabung dalam Divisi Siliwangi di bawah pimpinan A.E. Kawilarang, Divisi yang melegenda di dunia kemiliteran Indonesia dan telah memunculkan cukup banyak tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia, seperti ; A.E. Kawilarang, A.H. Nasution, Moeng Parhadimulyo, Umar wirahadikusumah, Himawan Sutanto, Yogie S.M., R.A. Kosasih, Sadikin, 

Pak Rorim meninggalkan dunia kemiliteran dengan pangkat terakhir Letnan Satu, untuk meneruskan cita-citanya menjadi dokter, namun saat konsolidasi TNI sedang dilaksanakan di Sulawesi, beliau tetap bertugas dalam lingkungan militer dan menjadi komandan namun dengan status sebagai tenaga sipil yang diperbantukan pada militer, beliau bahkan menolak pangkat Mayor yang ditawarkan. Selanjutnya sejarah hidupnya menghendaki lain, tanpa terasa revolusi mempertahankan kemerdekaan telah membawa usianya pada angka 29, karenanya beliau ditolak untuk masuk Fakultas kedokteran, namun semua akhirnya ada hikmahnya, sampai akhirnya beliau menjadi salah seorang tokoh pers terkemuka Indonesia.

Banyak kisah perjuangan yang belum banyak diketahui orang diungkapkan dalam dalam buku ini, namun yang  lebih penting adalah dedikasinya  di bidang persuratkabaran yang begitu idealis sangat patut diteladani. Dikisahkan, bagaimana saat beliau ingin menerbitkan kembali SINAR HARAPAN setelah PEMBREIDELAN, begitu banyak tokoh-tokoh penting negeri ini (NAMANYA ADA DALAM BUKU INI) yang ingin masuk dalam jajaran direksi baik yang menanamkan modal maupun yang ingin mendapatkan saham tanpa mengeluarkan uang, dan beliau menolaknya karena prinsip beliau dalam bidang persuratkabaran " SEMUA HARUS UNTUNG ", tidak hanya untung bagi perusahaah, agen dan loper koran, bahkan pembacanyapun harus mendapat keuntungan dengan mendapatkan berita-berita yang benar.

Kemungkinan karena latar belakang militernyalah dan pergaulannya yang luas, sehingga banyak tokoh-tokoh militer terkemuka Indonesia menerbitkan buku dan biografinya lewat Penerbit Sinar Harapan, karena para mantan pejabat militer itu sebagian besar adalah kawan seangkatan dan seperjuangannya di masa Revolusi dan perang  Kemerdekaan.

S P E S I F I K A S I :

- Buku bekas.

- Masih bagus.
- Soft cover.
- Penerbit Sinar Harapan dan Aksara Karunia.
- CETAKAN PERTAMA, 2003.
- 262 halaman.
- Ukuran 14,5 x 20,5 cm.



HARGA @ Rp 250.000,-- (FIX), BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM.


UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI TREEHOUSE KULAMA 081586008604 (SMS / WA / LINE).

UNTUK MELIHAT KOLEKSI KAMI YANG LEBIH LENGKAP, SILAHKAN MENG "KLIK " SITUS-SITUS BERIKUT INI :

www.bukusejarah.com 
www.bukukoleksi.com 
www.bukujadul.com 
bukusejarahdanbiografi.blogspot.co.id 
bukumajalahjadul.blogspot.co.id 
bukug30spki1965.blogspot.co.id 
bukusejarahg30s.blogspot.co.id 
bukubudayajawa.blogspot.co.id 
bukubonsai.blogspot.co.id  
bukusastrapopuler.blogspot.co.id 
bukusiliwangi.blogspot.co.id 
integrasitimortimur.blogspot.co.id 
jualbukupenting.blogspot.co.id 
sepatukudabekas.blogspot.co.id
pasukankomando.blogspot.co.id

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD.